Satriadwika’s Blog

coba dulu baru gagal, jangan gagal sebelum mencoba

  • YM

  • Blog Stats

    • 28,536 hits

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘wajanbolic’

BERAPA JARAK WIFI YANG BISA DI AKSES WAJANBOLIC?

Posted by satriadwika pada 6 Maret 2009

Banyak pertanyaan yang saya baca di beberapa blog tentang berapa jauh signal wifi/hotspot bisa ditangkap/joint.

Pada dasarnya wifi adalah komunkasi dua arah antara pemancar dan penerima, seperti radio amatir. Jadi seandainya ada pemancar yang mempunyai signal besar belum tentu bisa di akses client dengan baik dikarenakan dari sisi clint dalam meminta untuk dilayani permintaan datanya tidak bisa “didengar” oleh pemancar.

Nah, berikut ini adalah pengalaman saya dalam bermain-main dengan perangkat wifi+wajanbolic, dalam hal ini saya menggunakan tutup panci diameter 30cm. Pengukuran jarak udara menggunakan google earth. Sekali lagi, ini adalah pengalaman saya, jadi kalo ada yang bisa lebih atau kurang, jangan mengadu ke saya

1. USB Wifi+Wajanbolic

USB wifi hanya bisa menjangkau paling jauh 1-1,5 km saja karena usb wifi sebenarnya dikonstruksi untuk lingkungan hotspot jarak dekat sehingga pancaran signalnya kecil. Syarat Line of  Side/tanpa halangan harus benar-benar dipenuhi.

2. USB Wifi+Antena Kaleng

Nah, yang ini bisa menangkap signal pada jarak 500-750m saja, Syarat Line of  Side/tanpa halangan harus benar-benar dipenuhi.

3. Akses Point+Wajanbolic

Menggunakan akses point bisa menambah kinerja wajanbolic, berbeda dengan USB wifi, akses point lebih sensitif dalam menerima signal dan pancaranya juga lebih besar, sehingga bisa menjangkau 2-2,5km, ini yang sudah saya praktekan dengan wajanbolic bikinan sendiri dengan kondisi terhalang pohon-pohon masih bisa connect, walaupun kalo di ping ada RTO nya tapi masih bisa akses inet dengan lancar dan gratis, tis.

Edit : jarak terakhir yang bisa di akses ±3 km jarak udara (di ukur dengan google earth), ini pengalaman saya dalam membuatkan salah seorang teman dengan wajanbolic+akses point, ketinggian antena ± 12m (2 pipa besi+1 m pipa almunium).

Pada awalnya saya sempat pesimis karena jarak sudah terlalu jauh, tetapi teman saya sudah siap menanggung segala resiko  apabila terjadi kegagalan (dah terlanjur keluar uang untuk beli akses point, dll, dll), akhirnya bisa connect dengan sukses.

Edit :

Jarak terakhir yang bisa dicapai wajanbolic+akses point 4 km dengan kondisi ada RTO nya tetapi masih bisa akses.

Demikian pengalaman saya, smoga bermanfaat.

Ditulis dalam Uncategorized | Dengan kaitkata: , , , , , , | 85 Comments »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.